Skip to main content

Cara Upload File ke server dengan Flask-WTForm

Tulisan pendek ini membahas implementasi saya saat membuat aplikasi web untuk salah satu unit di kampus dimana saya diamanahi tugas tambahan. Saya mencoba membuat aplikasi sederhana untuk pendaftaran proposal penelitian dan PkM dengan teknik rapid prototyping menggunakan Flask.

Salah satu problem yang harus dipecahkan yaitu bagaimana cara Upload File ke server dengan Flask-WTForm.

Saya membangun web app tersebut dengan Flask. Alasannya sederhana, saya menyukai kesederhanaan yang dimiliki Flask micro-framework. Kalau digambarkan dengan 3 kata poin menarik yang dimiliki Flask itu: simplicity, straightforward, dan highly scalable. Setidaknya ini dari sudut pandang pemula seperti saya.

Simple karena kodenya pendek tapi powerful. Aplikasi yang dibangun sudah bisa jalan dengan kode yang pendek.

Straightforward karena pas coding ya to the point aja langsung ke problem yang mau diatasi. Flow data juga jelas karena pattern-nya MVC yang familiar (ini kalau saya bandingkan dengan di React Native ya hehe).

Scalable ini yang belum saya pelajari dan ingin saya pelajari, mulai dari background task (integrasi dg celery atau yg service worker lain, serta redis) atau pattern ke arah micro-service (containerization dsb).

Tapi kembali lagi ke pokok bahasan, kali ini saya membuat catatan (untuk diri sendiri) sekaligus share cara upload file ke server dengan Flask-WTForm.

carikutu.com

carikutu.com

carikutu.com

Nah, implementasi saat kita upload yaitu dengan menampilkan form object di dalam template jinja:

Demikian, semoga bermanfaat..


Comments

Popular posts from this blog

Belajar Coding Intensive Bootcamp Online 300 ribuan selama Sebulan dapat apa saja?

Sekedar catatan sedikit tentang apa yang saya pelajari saat mengikuti online intensive coding bootcamp kelas project React Native selama sebulan kemarin. Pada umumnya cukup menantang karena setiap hari harus catch up dengan materi yang diberikan dan tugas harian (ya, tugasnya pun setiap hari, jadi peserta mau tidak mau harus coding tiap hari). Selain itu ada quiz tiap akhir pekan atau dalam kasus kelas project tiap akhir pekan harus menyelesaikan Mini Project yang merupakan bagian dari Final Project. Lalu apa saja yang dipelajari selama sebulan tersebut? (dengan biaya Rp 300 K itu? *atau Rp 200K karena saya dapat voucher 100rb). Beberapa hal yang saya pelajari: SplashScreen dan onBoarding  Register (dengan OTP)  Login (dengan JWT ke API Sanbercode, Google Sign In dengan firebase, serta local sign in dengan sidik jari / fingerprint)  Passing data dengan menggunakan route.params melalui navigation, passing data dengan konteks ({useContext}) serta melalui props  Home Page kekinian meman

Cara Mengambil Foto dengan RNCamera dan Upload Foto ke API di React Native

Berikut ini catatan singkat saya saat belajar mengambil dan upload foto ke API menggunakan React Native yang saya pelajari saat mengikuti Indonesia Mengoding Intensive Coding Bootcamp React Native Kelas Project yang diadakan Sanbercode. Sebelumnya, bukan bermaksud iklan, namun pengalaman saya mengikuti batch online intensive coding bootcamp di Sanbercode cukup recommended (khususnya jika kita sudah memiliki sedikit saja dasar pengetahuan programming. Jika belum ada dasar pengalaman pemrograman, Sanbercode juga menawarkan kelas dasar yang bisa diikuti pemula). Jadi ini adalah honest review. Saya sendiri telah mengambil kelas Laravel Web Devt (30 hari), React Native Dasar (30 hari) dan React Native lanjutan atau kelas project (30 hari). Investasi totalnya hanya 700 ribu rupiah (3 bulan intensive online bootcamp!), itu jika tanpa potongan.  Dengan biaya 200 ribu rupiah untuk kelas dasar dan 300 ribu rupiah untuk kelas project, saya rasa jika dibandingkan Coding Bootcamp lain yang harga

Cara atau Solusi Mengatasi java.lang.OutOfMemoryError :app:mergeDexRelease FAILED saat Build APK di React Native

 Pernah mengalami error java.lang.OutOfMemoryError :app:mergeDexRelease FAILED saat Build APK di React Native? Ente nggak sendirian Ndan .. Saya juga pernah mengalami error serupa..   Cara mengatasi / solusi / obatnya ternyata cukup simple. Untuk memastikan bahwa pada saat build APK/AAB tidak terjadi OutofMemory error, kita bisa melakukan setting pada file gradle.     Nah, udah tenang kalau sudah ada build successfull hehe.. Semoga bermanfaat..