Skip to main content

Make it rough, make it works, and start fast

Tahun 2020 adalah tahun yang berat. Selain karena dunia dilanda pandemi dan ekonomi melambat, tahun ini adalah tahun dimana saya mulai kembali menekuni belajar coding.

Berat, karena saya tidak memiliki latar belakang formal pendidikan IT. Tapi ringan, karena entah kenapa saya punya passion untuk itu.

Kalau ditilik ke belakang, mungkin banyak sekali kekeliruan dalam cara saya mempelajari skill ini. Tak heran, butuh waktu sekian tahun (kalau tidak boleh dibilang 20-an tahun) belajar, namun gelas saya rasanya masih lebih sering kosong.

Selain kesalahan prinsipil dalam urutan belajar (memilih apa yang dipelajari lebih dulu) seringkali pengetahuan saya akhirnya terbentuk dari kekeliruan-kekeliruan lebih kecil yang melibatkan kesalahan kode (bug).

Untuk itu saya memutuskan membuat blog ini, sekedar untuk mwndokumentasikan kekeliruan-kekeliruan tersebut dan bagaimana saya menemukan solusinya dari berbagai artikel di internet.

Selain ini berguna untuk saya sendiri karena menjadi kumpulan snippet dan solusi-solusi kecil yang mungkin akan saya temui lagi nanti, semoga coretan kecil ini bermanfaat untuk teman-teman sekalian.

Make it rough, make it works, start fast..


Comments

Popular posts from this blog

Belajar Coding Intensive Bootcamp Online 300 ribuan selama Sebulan dapat apa saja?

Sekedar catatan sedikit tentang apa yang saya pelajari saat mengikuti online intensive coding bootcamp kelas project React Native selama sebulan kemarin. Pada umumnya cukup menantang karena setiap hari harus catch up dengan materi yang diberikan dan tugas harian (ya, tugasnya pun setiap hari, jadi peserta mau tidak mau harus coding tiap hari). Selain itu ada quiz tiap akhir pekan atau dalam kasus kelas project tiap akhir pekan harus menyelesaikan Mini Project yang merupakan bagian dari Final Project. Lalu apa saja yang dipelajari selama sebulan tersebut? (dengan biaya Rp 300 K itu? *atau Rp 200K karena saya dapat voucher 100rb). Beberapa hal yang saya pelajari: SplashScreen dan onBoarding  Register (dengan OTP)  Login (dengan JWT ke API Sanbercode, Google Sign In dengan firebase, serta local sign in dengan sidik jari / fingerprint)  Passing data dengan menggunakan route.params melalui navigation, passing data dengan konteks ({useContext}) serta melalui props  Home Page kekinian meman

Cara Mengambil Foto dengan RNCamera dan Upload Foto ke API di React Native

Berikut ini catatan singkat saya saat belajar mengambil dan upload foto ke API menggunakan React Native yang saya pelajari saat mengikuti Indonesia Mengoding Intensive Coding Bootcamp React Native Kelas Project yang diadakan Sanbercode. Sebelumnya, bukan bermaksud iklan, namun pengalaman saya mengikuti batch online intensive coding bootcamp di Sanbercode cukup recommended (khususnya jika kita sudah memiliki sedikit saja dasar pengetahuan programming. Jika belum ada dasar pengalaman pemrograman, Sanbercode juga menawarkan kelas dasar yang bisa diikuti pemula). Jadi ini adalah honest review. Saya sendiri telah mengambil kelas Laravel Web Devt (30 hari), React Native Dasar (30 hari) dan React Native lanjutan atau kelas project (30 hari). Investasi totalnya hanya 700 ribu rupiah (3 bulan intensive online bootcamp!), itu jika tanpa potongan.  Dengan biaya 200 ribu rupiah untuk kelas dasar dan 300 ribu rupiah untuk kelas project, saya rasa jika dibandingkan Coding Bootcamp lain yang harga

Cara atau Solusi Mengatasi java.lang.OutOfMemoryError :app:mergeDexRelease FAILED saat Build APK di React Native

 Pernah mengalami error java.lang.OutOfMemoryError :app:mergeDexRelease FAILED saat Build APK di React Native? Ente nggak sendirian Ndan .. Saya juga pernah mengalami error serupa..   Cara mengatasi / solusi / obatnya ternyata cukup simple. Untuk memastikan bahwa pada saat build APK/AAB tidak terjadi OutofMemory error, kita bisa melakukan setting pada file gradle.     Nah, udah tenang kalau sudah ada build successfull hehe.. Semoga bermanfaat..